PKM Internasional di Buku Jalanan Chow Kit Kuala Lumpur, Malaysia

✍️ Admin 📅 08 August 2026 👁️ 35 dilihat

Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura (UNTAN) kembali memperluas jangkauan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional dengan merangkul komunitas marjinal di kawasan Chow Kit, Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan ini berfokus pada kolaborasi edukatif bersama Buku Jalanan Chow Kit (BJCK), sebuah organisasi non-pemerintah lokal yang mendedikasikan diri untuk menyediakan akses pendidikan dan ruang aman (safe space) bagi anak-anak kurang beruntung, marjinal, serta anak-anak tanpa dokumen resmi (undocumented children) di kawasan perkotaan Kuala Lumpur.

Melalui pendekatan sosiologi kemasyarakatan dan pendidikan inklusif, tim PKM Internasional Pendidikan Sosiologi FKIP UNTAN menghadirkan beragam aktivitas pendampingan belajar, literasi sosial, serta edukasi karakter. Kehadiran akademisi Pendidikan Sosiologi di ruang belajar non-formal ini bertujuan untuk membedah tantangan realitas sosial yang dihadapi anak-anak di lingkungan perkotaan padat, sekaligus memberikan penguatan motivasi agar mereka memiliki ketahanan sosial dan rasa percaya diri. Aktivitas yang dikemas secara interaktif ini juga menjadi media pembelajaran lintas budaya yang menanamkan nilai-nilai empati, kesetaraan hak atas pendidikan, dan solidaritas kemanusiaan tanpa memandang status sosial.

Bagi Program Studi Pendidikan Sosiologi FKIP UNTAN, kolaborasi bersama Buku Jalanan Chow Kit ini tidak hanya merupakan bentuk kepedulian sosial lintas negara, tetapi juga menjadi ladang kajian sosiologis yang sangat kaya mengenai dinamika kemiskinan kota, migrasi, dan aksesibilitas pendidikan. Kegiatan ini mempertegas komitmen keberlanjutan perguruan tinggi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada pilar Pendidikan Berkualitas (SDG 4) dan Berkurangnya Kesenjangan (SDG 10). Melalui inisiatif PKM Internasional ini, diharapkan sinergi akademisi dan komunitas akar rumput dapat terus terjalin untuk menghadirkan solusi edukatif bagi anak-anak rentan di era globalisasi.

← Kembali ke Daftar Berita